Skip to content

JurnalGaming.id

Berita, Review, & Tips Seputar Dunia Game

jurnalgaming
Menu
  • Home
  • Berita Game
  • Review
  • Esports
  • Mobile Games
  • PC Games
  • Tips & Trik
  • Tentang Kami
Menu
7 Game yang Dilarang di Berbagai Negara karena Kontroversi

7 Game yang Dilarang di Berbagai Negara karena Kontroversi

Posted on April 23, 2025April 23, 2025 by admJurnalGaming

Industri game tidak lepas dari kontroversi. Beberapa judul game bahkan pernah dilarang beredar di berbagai negara karena alasan yang beragam, mulai dari kekerasan berlebihan, konten seksual, hingga unsur budaya yang dianggap sensitif. Berikut daftar game yang dilarang di berbagai negara karena kontroversi yang menyertainya.

1. Grand Theft Auto (GTA) – Dilarang di Beberapa Negara Asia

Seri GTA terkenal dengan kebebasan pemain untuk melakukan apa saja, termasuk tindakan kriminal. Karena dianggap bisa mempengaruhi perilaku remaja, game ini pernah dilarang di Thailand dan sempat dibatasi di beberapa negara lain seperti Malaysia dan Indonesia.

2. Manhunt 2 – Dilarang di Jerman, Irlandia, dan Selandia Baru

Manhunt 2 dikenal sebagai salah satu game paling brutal yang pernah dibuat. Akibat kekerasan ekstrem yang digambarkan secara eksplisit, game ini langsung ditolak di berbagai negara.

3. Call of Duty: Modern Warfare 2 – Sensor di Rusia

Dalam misi kontroversial berjudul “No Russian”, pemain diajak berpartisipasi dalam serangan teroris di bandara. Karena isinya sensitif, versi Rusia dari game ini dihapus bagian tersebut sepenuhnya.

4. Pokémon – Dilarang Sementara di Arab Saudi

Di awal 2000-an, pemerintah Arab Saudi melarang Pokémon karena dianggap mempromosikan “simbol Zionisme” dan perjudian. Meskipun larangan tersebut akhirnya dicabut, ini jadi bukti bahwa game populer pun bisa terjerat kontroversi budaya.

5. Battlefield 4 – Dilarang di Tiongkok

Game ini dianggap menggambarkan Tiongkok sebagai ancaman global dan menggambarkan pemerintah mereka secara negatif. Akibatnya, Battlefield 4 masuk daftar “produk ilegal” di negara tersebut.

6. Bully – Dilarang di Brasil

Bully adalah game dari Rockstar yang berfokus pada kehidupan di sekolah. Meski penuh humor, game ini dilarang di Brasil karena dinilai dapat mendorong kekerasan di lingkungan sekolah.

7. Devotion – Hilang dari Steam karena Konten Politik

Game horor asal Taiwan ini sempat viral karena menyisipkan konten yang menyindir Presiden Tiongkok. Akibatnya, game ini ditarik dari Steam dan dilarang di beberapa negara.

Kesimpulan

Kontroversi dalam game bisa muncul karena banyak faktor, mulai dari nilai budaya, politik, hingga kekerasan. Meski demikian, kasus-kasus seperti ini juga menjadi cermin bagaimana industri game semakin besar pengaruhnya. Kalau kamu penasaran fakta menarik lainnya,

coba baca juga fakta mengejutkan dunia game atau fakta unik dunia game yang sebelumnya kami bahas di Jurnal Gaming.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Golden Staff Mobile Legends: Item Lemah atau Salah Pakai?
  • Apakah Corrosion Scythe Item Paling Lemah di Mobile Legends?
  • Apakah Rose Gold Meteor Item Paling Lemah di Mobile Legends?
  • Apakah Bloodlust Axe Item Paling Lemah di Mobile Legends?
  • Apakah Haas’s Claws Item Paling Lemah di Mobile Legends?
  • Kelebihan Hero Dota 2 yang Efektif Menggunakan Item Bracer
  • Kelebihan Hero Dota 2 yang Efektif Menggunakan Power Treads
  • Kelebihan Hero Dota 2 yang Menggunakan Phase Boots
  • Kelebihan Hero Dota 2 yang Efektif Menggunakan Hand of Midas
  • Kelebihan Hero dengan Boots of Travel untuk Dominasi Game

Link Rekomendasi

  • Koin688
  • mainlokal.id
  • ruanggaming.id
  • gamerank.id
  • lapakmain.id

gamearenaonline.id

gametime.id

hiburanterbaru.id

playzone.id

reeljackpot.id

fitlife.id

kesehatankita.id

mediasehatku.id

nutrisehat.id

sehatprima.id

TENTANG KAMI

JurnalGaming.id adalah platform ulasan game terpercaya sejak 2020, menyajikan rekomendasi, berita, dan tips seputar dunia gaming untuk penggemar mobile, PC, dan konsol.

HUBUNGI KAMI

Tim redaksi JurnalGaming.id terbuka untuk kolaborasi, masukan, atau pertanyaan seputar konten gaming. Silakan hubungi kami melalui kanal berikut untuk respon cepat. Kritik dan saran Anda membantu kami terus berkembang.

Copyright

© 2025 JurnalGaming.id. Seluruh hak cipta dilindungi. Dilarang mengutip atau memperbanyak konten tanpa izin tertulis dari redaksi.

©2026 JurnalGaming.id | Design: Newspaperly WordPress Theme