Review Sonic Frontiers: Melompati Batas Kecepatan dalam Dunia Open Zone
Setelah bertahun-tahun terjebak dalam formula linear yang mulai terasa usang, SEGA akhirnya mengambil risiko besar melalui Sonic Frontiers. Sebagai entitas yang mencoba mendefinisikan ulang identitas si landak biru, game ini memperkenalkan konsep “Open Zone”. Namun, pertanyaannya adalah: apakah kecepatan supersonik Sonic cocok berpadu dengan eksplorasi dunia terbuka?
Inovasi Open Zone: Bukan Sekadar Open World Biasa
Banyak penggemar yang sempat skeptis saat trailer perdana muncul. Namun, setelah menyelami Starfall Islands, konsep Open Zone terasa masuk akal. Ini bukanlah open world kosong seperti yang ditakutkan. Setiap pulau—mulai dari Kronos hingga Ouranos—berfungsi sebagai taman bermain platforming raksasa.
Anda tidak hanya berlari dari titik A ke titik B. Di sepanjang jalan, Anda akan menemukan rel untuk di-grind, pegas untuk melompat, dan teka-teki lingkungan yang terintegrasi secara organik. Kebebasan ini memberikan napas baru bagi pacing permainan yang selama ini terasa terlalu kaku di judul-judul sebelumnya.
Sistem Pertarungan yang Lebih Berbobot
Salah satu perubahan paling radikal di Sonic Frontiers adalah sistem combat-nya. Sonic kini memiliki skill tree. Anda bisa membuka kemampuan seperti Cyloop, Phantom Rush, hingga serangan kombinasi yang mematikan.
Pertarungan melawan musuh kroco mungkin terasa repetitif, namun bintang utamanya adalah pertarungan melawan Titan. Skala pertempuran ini terasa epik dan sinematik, terutama saat musik rock alternatif khas Sonic mulai menggelegar di latar belakang. Menggunakan kekuatan Super Sonic untuk menjatuhkan raksasa setinggi gunung memberikan kepuasan instan yang jarang ditemukan di game platformer lain.
Nostalgia di Balik Cyber Space
Bagi Anda yang merindukan gaya klasik, SEGA menyisipkan level Cyber Space. Ini adalah level linear pendek yang terinspirasi dari zona ikonik seperti Green Hill atau Sky Sanctuary. Meskipun visualnya terasa repetitif bagi veteran seri Sonic, level ini memberikan tantangan speedrun yang adiktif untuk mendapatkan kunci Vault.
Sisi Teknis dan Visual
Secara visual, Sonic Frontiers menawarkan pemandangan yang megah namun dengan satu catatan besar: pop-in. Seringkali objek platforming baru muncul saat Sonic berada sangat dekat. Meskipun hal ini sedikit mengganggu estetika, namun secara performa teknis (terutama di konsol generasi terbaru), frame rate tetap stabil yang sangat krusial untuk game secepat ini.
Cerita yang Lebih Dewasa dan Melankolis
Ditulis oleh Ian Flynn, narasi dalam game ini terasa lebih serius dan emosional dibandingkan seri-seri sebelumnya. Interaksi antara Sonic dengan bayangan teman-temannya (Amy, Knuckles, dan Tails) memberikan kedalaman karakter yang sudah lama hilang. Ada rasa kesepian dan misteri yang menyelimuti Starfall Islands, membuat pemain penasaran untuk mengungkap sejarah peradaban kuno di sana.
Kesimpulan: Apakah Layak Main?
Sonic Frontiers adalah langkah berani yang berhasil. Meski tidak sempurna—dengan beberapa kendala teknis dan desain kamera yang terkadang liar—game ini meletakkan fondasi yang sangat kuat untuk masa depan franchise Sonic. Bagi pembaca Jurnalgaming.id yang mencari pengalaman platformer dengan skala masif dan sistem progres yang memuaskan, game ini adalah pilihan wajib.
Kelebihan:
-
Konsep Open Zone yang menyegarkan dan penuh kebebasan.
-
Pertarungan boss Titan yang sangat epik.
-
Musik soundtrack yang luar biasa.
-
Sistem upgrade karakter yang bermakna.
Kekurangan:
-
Masalah pop-in grafis yang cukup terlihat.
-
Beberapa level Cyber Space terasa terlalu pendek.
-
Kamera terkadang sulit dikendalikan saat pertarungan intens.



